Posted on

Jepang, Negerinya Para Pecinta Komik Dari Berbagai Belahan Dunia

Tahukah Anda, Bahwasanya di Jepang, Negeri Sakura, Komik dicintai tidak hanya oleh kalangan anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan sebuah asupan cerita tidak dipengaruhi oleh batasan usia. Perkembangan Komik di Jepang sendiri sungguh RUARR BIAZA, dalam 1 tahun bisa mencapai 1 juta eksemplar. Bahkan, sebuah badan Survey di negeri Matahari tersebut menunjukkan bahwasanya Komik menguasai sepertiga bacaan favorit masyarakat Jepang. Mulai dari buku pelajaran, pengumuman, sampai dengan sosialisasi program pemerintah seringkali disajikan dalam media berbentuk Komik.


Menarik sekali bukan? Nah sekarang gimana dengan negeri kita tercinta Indonesia? “Negara kita punya perjalanan sejarah komik yang bagus, seperti Komik Wayang dalam bahasa Indonesia yang sangat berjaya di tahun ’50-an, penyebarannya luas sekali sampai Nusa Tenggara dan oplahnya mencapai 30 Ribu Eksemplar,” Ungkap pengamat Komik; Hikmat Darmawan. Data tersebut mengungkapkan bahwa pada zaman dahulu, komik Indonesia pernah sukses menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Saat ini, Komikus Senior Beng Rahadian mencermati perkembangan Komik lokal yang menurutnya sudah mulai membaik, meski tentunya jauh dari tipe industri yang ideal. “Pembacanya banyak, namun kue yang tersedia sedikit, sementara kita dikepung Komik impor terutama asal Jepang,” ungkap Beng.

Lebih jauh, Beng mengakui bahwa Komikus Indonesia masih kurang baik dalam bercerita. “Komik itu kan kompleks, dituntut keterampilan yang baik untuk menghasilkan gambar yang maksimal serta cerita yang menarik. Sebetulnya cerita sih banyak, namun menceritakan dengan gaya Komik itu tidaklah mudah,” ungkap Beng. Itu sebabnya, meski jumlah Komikus Indonesia cukup banyak dan kreativitas gambarnya baik, tapi masih minim produksi.

Oleh karena itu, Hikmat berpesan bagi para Komikus Indonesia: “Jangan pernah berhenti membuat Komik bermutu, karena setiap karya bermutu akan selalu menemukan momen dan pembacanya sendiri. Bagi para kreator, tak ada kata lain selain terus berkarya. Buatlah karya yang tidak pernah basi, tetap produktif dan bikin cerita yang membumi!”

Kabar baiknya, banyak penerbit yang mulai memanfaatkan Komik sebagai media edukasi. Jadi Komik sebagai ekspresi diimbangi dengan Komik sebagai edukasi. Bahkan, Komik juga dapat digunakan sebagai terapi psikologis, penyembuhan trauma, buku panduan, seperti Kementrian Sosial yang menggunakan komik untuk mengajarkan cara menghadapi bencana alam.

Beng dan Hikmat sepakat bahwasanya perkembangan Komik yang terjadi saat ini merupakan sebuah dukungan konkret dari masyarakat kita bahwa Komik sudah mulai “dilirik.” Pergeseran paradigma, stigma, serta penilaian terhadap Komik sepatutnya menjadi pemicu Komikus untuk terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermutu.

Mari, kita dukung terus perkembangan dunia Komik Indonesia.

Baca juga:

Mainan Mempunyai Potensi Luar Biasa Untuk Bisnis di Masa Depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s