Posted on

Inilah Alasan Mengapa Komik Begitu Digemari Banyak Kalangan

Dewasa ini, Komik begitu digemari bukan hanya oleh anak-anak, namun juga oleh orang Dewasa. Pengamat Komik Hikmat Darmawan serta Komikus Senior Beng Rahadian bercerita mengenai hal ini.

“Pada dasarnya Komik begitu menarik karena gambar dan alur cerita yang membuat orang gandrung pada Komik. Ketika seseorang tumbuh dewasa dan beranggapan bahwa Komik adalah bacaan anak-anak, maka dia bisa punya ketergantungan tersendiri terhadap Komik. Makanya, saya berani bilang bahwa Komik itu bermanfaat,” jelas Hikmat.


Ada dua poin yang menurut Hikmat menjadikan kelebihan Komik dibandingkan media lain. Pertama, Komik adalah media untuk bertutur dan bercerita yang bersifat “hybrid”. Artinya, dalam Komik ada unsur visual yang dominan, namun secara umum tetap menyertakan teks, dan itulah yang menjadikan Komik sebagai alat bercerita yang efektif.

Kedua, karena sifat “hybrid” tersebut Komik mampu mengaktifkan OTAK KANAN dan OTAK KIRI secara bersamaan. Bahasa atau teks dibaca oleh OTAK KIRI, sedangkan visual atau gambar dibaca oleh OTAK KANAN. Cara membacanya bisa berurutan seperti cara membaca teks dan membuat kita berpikir secara runut serta analitis, bisa pula dilakukan secara Gestalt, yaitu tetap dari panel ke panel dan dari kata ke kata, namun dengan memandang satu halaman sebagai satu kesatuan yang menyeluruh, dan ini mengaktifkan OTAK KANAN.

Namun, walaupun banyak penggemarnya; Hikmat melihat sejumlah kendala menghadang perkembangan industri Komik di tanah air. Kendala Pertama dalam dunia penerbitan buku secara umum, yaitu mengenai daya beli masyarakat Indonesia yang masih rendah.

Kendala Kedua adalah belum ada keberpihakan pemerintah, sehingga biaya produksi masih tinggi, yang mengakibatkan tingginya harga jual buku. Ketiga, kendala internal produsen dan komikus. “Lebih sulit membuat komik sendiri ketimbang menerjemahkan komik,” tutur Hikmat. “Mahalnya investasi serta belum terjamin bahwa modal dapat kembali, apalagi untung. Komikus sendiri menghadapi kesulitan itu, maka dari itu mereka memilih realistis dalam menerima order ketimbang kreatif membuat Komik.”

Berdasarkan tiga Kendala tersebut, menurut Hikmat ada “Pekerjaan Rumah” yang harus diselesaikan untuk perkembangan dunia Komik di tanah air menjadi lebih baik. Pertama, adalah untuk menciptakan ruang bersama agar kita punya cerita tentang masyarakat yang menjadi milik bersama. Lalu, perbaiki infrastruktur penerbitan agar makin banyak pembaca yang memiliki akses yang memadai untuk mendapatkan bacaan yang bermutu.

Komikus Senior Beng Rahadian pun ikut menyuarakan pendapatnya. “Kami ingin perkembangan Komik di Indonesia bisa menjadi ekonomi makro, sehingga penulis, penerbit, serta distributor dan tokoh terkait dapat hidup dari karyanya tersebut. Kami juga memiliki harapan bagi para pembaca Komik akan mendapat gagasan dan peningkatan kualitas intelektual dari Komik. Itu semua hanya dan HANYA bisa didapat dari Komik yang bagus serta berKUALITAS.” Ungkap Beng.

Jayalah Selalu Dunia Komik Indonesia. Gogogo Semangat !!

Baca juga:

Jepang, Negerinya Para Pecinta Komik Dari Berbagai Belahan Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s